My photo
Anak jantan segalanya tentang perantauan, tak dikaki mungkin dijiwa mahupun pemikiran. Siapa tahu?

18 Mar 2013

masih

Aku yakin kau setuju

Seperti semuanya di tempat ini

Di hadapan dinding-dinding ini

Di sela deru nafas memburu

Ketika kaki menapaki anak tangga yang tak berputar

Hati kita entah dimana

Dan pikiran kita terlempar

Mencari-cari jendela yang terbuka

Terbasuh angin dan debu

Aku menunggu, kau menunggu

Mereka semua menunggumu

Dan aku yakin kau setuju

Bahwa semua ini tak terbayangkan

Mungkin juga membosankan

Membuat kita bertanya-tanya

Sampai sebagian dari diriku bertahan dalam genggaman waktu

Entah untuk apa

Satu detik atau tiga hari hanyalah membuat kita tahu

Bahwa kita menjadi seorang buta yang bertanya

‘ bagaimana bisa jadi dusta,

jika kita tak tahu kebenaran ‘

Tapi kita masih bisa tersenyum dan mereka-reka

Kita masih bisa menangis

Kita masih bisa ditertawakan

Dan bukankah kita juga

Masih punya darah

Yang bebas kita alirkan

Kemana kita suka

Di tempat ini biasa kau ada

Entah untuk apa

Tak mungkin kau paham

Dan pada siapa menatap

Ketika segala arah menjadi satu

Menjadi pelita

Menjadi api yang menyala

Menjadi air bah

Menjadi pedang yang berkarat

Melebur dan pecah

Berserakan di kepala

Oleh mata dan jiwa penuh harap

Maka sanggupkah kau berhenti sejenak

Tidak usah untuk berpaling

Tapi rumput yang kau injak

Bahkan aku di belakangmu

Selangkah lagi

Lambaian jubahmu menerpa wajahku

Bukan senyum dan sendu disana

Diantara decak lidahku yang kering

Maka sanggupkah aku berhenti sejenak

Bukan untuk menatap ke arahmu

Tak mungkin kau paham

Terbelenggu yang tak kuingin ada

Aku tertunjuk

Oleh jemari kengerian

Bagiku

Tidak bagimu

No comments:

Post a Comment