Aku yakin kau setuju
Seperti semuanya di tempat ini
Di hadapan dinding-dinding ini
Di sela deru nafas memburu
Ketika kaki menapaki anak tangga yang tak berputar
Hati kita entah dimana
Dan pikiran kita terlempar
Mencari-cari jendela yang terbuka
Terbasuh angin dan debu
Aku menunggu, kau menunggu
Mereka semua menunggumu
Dan aku yakin kau setuju
Bahwa semua ini tak terbayangkan
Mungkin juga membosankan
Membuat kita bertanya-tanya
Sampai sebagian dari diriku bertahan dalam genggaman waktu
Entah untuk apa
Satu detik atau tiga hari hanyalah membuat kita tahu
Bahwa kita menjadi seorang buta yang bertanya
‘ bagaimana bisa jadi dusta,
jika kita tak tahu kebenaran ‘
Tapi kita masih bisa tersenyum dan mereka-reka
Kita masih bisa menangis
Kita masih bisa ditertawakan
Dan bukankah kita juga
Masih punya darah
Yang bebas kita alirkan
Kemana kita suka
Di tempat ini biasa kau ada
Entah untuk apa
Tak mungkin kau paham
Dan pada siapa menatap
Ketika segala arah menjadi satu
Menjadi pelita
Menjadi api yang menyala
Menjadi air bah
Menjadi pedang yang berkarat
Melebur dan pecah
Berserakan di kepala
Oleh mata dan jiwa penuh harap
Maka sanggupkah kau berhenti sejenak
Tidak usah untuk berpaling
Tapi rumput yang kau injak
Bahkan aku di belakangmu
Selangkah lagi
Lambaian jubahmu menerpa wajahku
Bukan senyum dan sendu disana
Diantara decak lidahku yang kering
Maka sanggupkah aku berhenti sejenak
Bukan untuk menatap ke arahmu
Tak mungkin kau paham
Terbelenggu yang tak kuingin ada
Aku tertunjuk
Oleh jemari kengerian
Bagiku
Tidak bagimu

No comments:
Post a Comment